Manajemen Pengeluaran

5 Platform Digital Marketing Populer dan Cara Mengelola Biayanya

Ada banyak platform digital marketing populer di Indonesia yang bisa Anda coba. Maka dari itu ketahui pula bagaimana cara efektif mengelola biayanya.


Memasarkan produk di era sekarang, ketika internet sudah sampai ke pelosok, jauh lebih mudah. Platform digital marketing sangat banyak, brand tinggal memilih hendak menggunakan yang mana. 

Apa itu platform digital marketing? Secara sederhana ini adalah tempat, wadah, atau sarana untuk mempromosikan produk secara digital. Dalam konteks Indonesia, tidak ada platform pemasaran yang lebih baik ketimbang media sosial. 

Simak saja riset dari DataReportal berikut: jumlah pengguna media sosial di Indonesia pada Januari lalu mencapai 191,4 juta orang atau setara hampir 69 persen jumlah penduduk. Angkanya telah naik 12,6 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Sementara dalam hal durasi, menurut laporan We Are Social, rata-rata penduduk menghabiskan waktu 3,2 jam per hari atau berada di peringkat ke-10 secara global. 

Namun banyaknya media sosial sebagai platform digital marketing menghasilkan sebuah pertanyaan: mana yang terbaik untuk pemasaran bisnis saya? Jawabannya, sayangnya, adalah tidak ada platform terbaik untuk semua jenis bisnis. Maksudnya, mungkin satu platform cocok untuk merek tertentu, tapi tidak cocok untuk yang lain. 

Jadi, apa saja platform pemasaran online? Simak ulasannya. 

Youtube

Inilah raja media sosial di Indonesia, menurut Populix, yang digunakan oleh 94 persen responden. Tentu predikat ini membuat Youtube juga cocok menjadi pilihan utama sebagai platform digital marketing. 

Di Youtube, merek beriklan pada fasilitas yang dinamakan Youtube Ads. Tentu saja iklan harus berbentuk video, yang akan ditayangkan sebelum atau ketika video utama diputar. Iklan bisa dipilih, apakah dapat dilewati (skip) atau tidak–tentu harganya beda. 

Apa yang menarik dari platform digital marketing yang satu ini adalah target audiens bisa ditentukan secara spesifik. Pengiklan bisa mengatur lokasi target audiens, minat audiens, bahasa audiens, gender audiens, bahkan kelompok usia audiens. Semua pengaturan ini akan muncul saat sedang memproses iklan. 

Facebook

Platform digital marketing berikutnya adalah Facebook, yang  menurut Statista memiliki 129,85 juta pengguna dari Indonesia per Januari lalu. Dalam skala global, ini adalah media sosial terbesar. Penggunanya merentang di segala usia, juga jenis kelamin. Tentu saja ini membuat Facebook sulit dihindari sebagai medium iklan. 

Iklan di Facebook dapat diatur untuk menarget pelanggan berdasarkan lokasi, pekerjaan, minat, aktivitas masa lalu, dan beberapa informasi terkait lain. 

Satu hal yang patut diperhatikan saat beriklan di Facebook adalah, penggunanya hanya menghabiskan waktu rata-rata 1,7 detik untuk sebuah iklan (dan sangat mungkin berlaku pula untuk media sosial lain). Oleh karena itu iklan yang “dilempar” di platform digital marketing ini, apa pun bentuknya, sebaiknya tidak bertele-tele. 

Instagram

Oke, kita masuk ke platform digital marketing berikutnya. Siapa tidak kenal Instagram? Di Indonesia, pengguna platform berbagai foto dan video ini mencapai 92,53 juta per kuartal empat 2021. 

Jika ingin beriklan di Instagram, perhatikanlah profil penggunanya berikut, berdasarkan data dari Napoleon Cat yang dikutip Katadata: sebagian besar penggunanya berusia 18-24 tahun (dengan total 34,4 juta). 20 persennya adalah perempuan, sementara 17,2 persennya laki-laki. Kelompok usia terbanyak kedua adalah 25-34, juga sebagian besar perempuan; lalu yang ketiga 13-17, di mana juga lebih banyak perempuan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa jika sebuah merek menjual produk yang ditujukan untuk anak muda atau milenial perempuan, maka Instagram adalah platform digital marketing yang wajib digunakan. 

Photo by Mohamed Hassan Pxhere.com

Tiktok

Tiktok menjelma sebagai media sosial besar hanya dalam waktu singkat. Mengutip artikel Kompas, platform ini diprediksi akan menjadi media sosial terbesar ketiga di dunia tahun ini, membayangi Facebook dan Instagram. 

Tiktok adalah platform digital marketing yang tampaknya tidak bisa diabaikan karena, mengutip laporan di situs resmi mereka, sebanyak 67 persen responden mengaku platform ini menginspirasi mereka untuk berbelanja bahkan saat tidak ada keinginan untuk berbelanja. Ditemukan pula 73 persen responden merasa hubungan yang mendalam dengan merek yang berinteraksi dengan mereka di Tiktok. 

Namun patut diperhatikan bahwa pengguna Tiktok terbanyak berusia 20-29 tahun, lalu yang kedua di usia 10-19 tahun. Melihat rentang usia ini, agaknya daya beli mereka belum sekuat yang usianya lebih matang. 

Linkedin

Platform digital marketing terakhir dalam daftar ini adalah Linkedin. Dibanding media sosial lain yang telah disebutkan, Linkedin jelas berbeda. Ia adalah jejaring sosial untuk para profesional, tepatnya, jejaring profesional terbesar di dunia saat ini. 

Lantas, mengapa Linkedin dimasukkan ke dalam salah satu rekomendasi platform digital marketing? Sebab, tidak seperti media sosial lain yang pemasarannya adalah business to consumer (B2C), Linkedin adalah platform yang paling cocok untuk pemasaran business to business (B2B). 

Menurut situs resmi, Linkedin cocok untuk platform digital marketing B2B karena lebih dari 630 juta profesional memakainya. 10 persennya, 63 juta, adalah profesional yang punya kewenangan mengambil keputusan di perusahaan. Selain itu, mereka juga menyebut 46 persen lalu lintas ke situs perusahaan berasal dari platform ini. 

Permudah Pembayaran Iklan Digital

Apa pun platform digital marketing yang akhirnya dipilih, tentu saja perusahaan harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar biayanya–sebagaimana iklan pada umumnya. Tentu cara masing-masing platform beragam, tapi secara garis besar harus menggunakan cara digital pula. 

Kartu virtual dari Spenmo mempermudah siapa pun yang hendak memasang iklan di platform digital marketing. Bukan hanya membayar, tapi mengelolanya. 

Jadi, kartu virtual ini dapat diduplikasi sebanyak yang dibutuhkan perusahaan. Tiap departemen bisa punya kartu masing-masing. 

Tiap pengeluaran pun bisa dibuatkan kartunya. Fitur ini disebut dengan merchant lock. Maksudnya, satu kartu bisa dipakai untuk membayar iklan di Facebook, satu kartu lain di Linkedin, dan seterusnya. Kartu untuk Facebook tidak bisa dipakai untuk platform digital marketing lain, begitu pula sebaliknya. 

Dengan begini, alokasi anggaran untuk iklan akan lebih tertata. Dapat dilihat pula efektivitas antara iklan di tempat yang satu dengan iklan di tempat lain. 

Selain itu kartu virtual juga mampu menghindari perusahaan dari over budget karena fitur limitasi. Kartu tidak akan lagi bisa dipakai untuk membayar apa pun jika memang sudah melebihi batas. 

Semua transaksi di platform digital marketing, juga tempat lain, akan tercatat di dasbor Spenmo dan bisa dilihat saat itu juga oleh pihak yang punya otoritas. 

Dapatkan kartu karporat fisik dan virtual tak terbatas. Cari tahu.

Penutup

Demikianlah sekilas tentang lima media sosial populer yang juga bisa menjadi platform digital marketing bagi bisnis. Ingat kembali bahwa karakter tiap media sosial itu berbeda. Bisnis harus tahu tentang itu sebelum memutuskan beriklan. Carilah yang paling tepat dengan produk atau jasa yang hendak ditawarkan.

Jangan lupa pula gunakan perangkat lunak pembiayaan untuk platform digital marketing agar pekerjaan menjadi lebih mudah dan pengeluaran selalu terpantau.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox