Manajemen Pengeluaran

Pengertian Marketing Mix: Konsep 4P dan 7P, Tujuan, dan Fungsinya

Marketing mix adalah konsep pemasaran yang sangat mendasar. Pengusaha perlu menerapkan konsep ini dalam strategi pemasaran untuk mengoptimalkan laba.


Produk atau jasa yang dihasilkan suatu bisnis tak akan menghasilkan laba yang menjadi target usaha bila tanpa sarana pemasaran yang tepat. Salah satu sarana pemasaran yang populer dan banyak dipraktikkan adalah marketing mix. Dalam konsep bauran pemasaran ini, terdapat sejumlah elemen yang digunakan secara terpadu dan sama pentingnya sehingga antara satu dan yang lain mesti saling mendukung.

Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), marketing mix juga dapat diterapkan sebagai strategi pemasaran. Agar dapat mengeksekusi strategi dengan efektif, perlu dipahami lebih lanjut ihwal apa itu marketing mix, terutama konsep 4P dan 7P yang menjadi sokoguru konsep pemasaran era modern ini.

Pengertian Marketing Mix

Marketing mix adalah istilah untuk sarana pemasaran yang dicetuskan pertama kali pada 1953 oleh Neil Bordon, pakar pemasaran dan profesor dari Harvard, Amerika Serikat. American Marketing Association (AMA) menjelaskan dalam situsnya, Bordon mengutarakan istilah itu untuk menggarisbawahi bagaimana para pemasar mengembangkan dan mengeksekusi rencana pemasaran yang sukses.

Dalam paper “The Concept of 'Marketing Mix' and its Elements” yang dimuat di International Journal of Information, Business and Management disebutkan marketing mix adalah konsep pemasaran paling fundamental berupa seperangkat alat pemasaran terkendali yang digunakan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar yang ditargetkan.

Edmund Jerome McCarthy, penulis dan profesor pemasaran, pertama-tama mengusulkan konsep 4P yang mengacu pada bauran pemasaran pada 1960. 4P di sini adalah product, price, place of distribution, dan promotion. Setelah itu, para pakar pemasaran menambahkan tiga elemen lagi, yakni person, process, dan physical evidence, sehingga menjadi 7P. Tujuan penambahan ini adalah mengakomodasi produk tak berwujud atau jasa yang memiliki kunci suksesnya berbeda dengan produk berwujud.

Perusahaan harus menjual produknya dengan harga dan cara yang tepat serta di waktu dan lokasi yang tepat pula. Sebab, ada persaingan yang harus dihadapi dan perusahaan harus memiliki performa lebih baik daripada kompetitor. Karena itu, banyak perusahaan mempertimbangkan elemen-elemen ini dalam pembuatan keputusan dan perancangan rencana penjualan yang unik. Perusahaan tidak bisa hanya mempertimbangkan salah satu elemen marketing mix secara tersendiri. Misalnya, pengembangan produk tak bisa dilakukan tanpa penentuan harga atau tempat distribusi.

Dalam marketing mix, perusahaan mesti menyesuaikan strategi pemasaran dengan karakteristik usahanya sendiri. Jadi setiap perusahaan bisa memiliki strategi yang berbeda meski berangkat dari konsep 4P ataupun 7P bauran pemasaran yang sama.  

Tapi yang pasti ada setidaknya dua faktor yang mempengaruhi eksekusi strategi bauran pemasaran suatu perusahaan, yakni internal dan eksternal. Faktor internal meliputi hal-hal yang berada di bawah kendali atau di lingkungan dalam perusahaan. Misalnya keuangan perusahaan dan tujuan usaha. Sedangkan faktor eksternal mencakup semua hal yang berada di luar kendali perusahaan. Contohnya tingkat persaingan, tren pasar, perilaku pembelian konsumen, dan kebijakan pemerintah.

(Baca: Biaya Pemasaran adalah: Cara Menghitung, Mengelola, dan Memantaunya)

Konsep 4P dan 7P Marketing Mix

Seperti disinggung sekilas sebelumnya, konsep marketing mix terdiri atas sejumlah elemen yang berkaitan dan saling menopang, yakni 4P yang kemudian dikembangkan menjadi 7P. 4P adalah konsep tradisional bauran pemasaran yang lazimnya digunakan oleh perusahaan yang menghasilkan produk berwujud atau barang. Adapun konsep 7P lebih spesifik ditujukan bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Meski begitu, kedua konsep itu terbuka untuk diterapkan oleh perusahaan dari industri mana pun.

Product

Produk adalah sesuatu yang ditawarkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Wujudnya bisa berupa produk baru hasil pengembangan, produk yang sudah ada, ataupun hasil peningkatan produk yang sudah ada. Produk dibedakan menjadi dua, yakni barang (berwujud) dan jasa (tak berwujud). Konsumen memerlukan produk yang tepat. Jadi perusahaan harus betul-betul memikirkan ihwal kualitas dan fitur produknya yang berbeda dengan produk pesaing agar dilirik konsumen.

Price

Price atau harga adalah nilai moneter produk yang ditawarkan perusahaan. Bagi konsumen, harga adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh produk itu dan memenuhi kebutuhannya. Penentuan harga oleh perusahaan sangatlah penting. Bila terlalu rendah, labanya lebih sedikit. Bila terlalu tinggi, jumlah konsumen yang tertarik lebih terbatas. Jadi harga harus proporsional dan mencerminkan nilai produk. Untuk menentukan harga yang pas, ada banyak faktor yang mesti dipertimbangkan, dari biaya produksi, karakteristik konsumen, pasar target, hingga kompetisi.

Promotion

Promosi merupakan upaya meyakinkan konsumen untuk membeli produk yang dijual. Terdapat beragam metode promosi yang bisa dipilih salah satu ataupun dikombinasikan. Promosi tidak hanya soal iklan, tapi juga kemasan yang dirancang untuk menguatkan citra produk dan menarik pelanggan.

Place of distribution

Place of distribution mengacu pada lokasi penjualan produk dan bagaimana produk ini disediakan bagi konsumen yang membutuhkan. Misalnya menempatkan gerai di mal yang ramai dikunjungi konsumen yang menjadi target pemasaran. Demi efektivitas pemasaran dan kesuksesan penjualan, tempat yang dipilih mesti strategis.

Keempat elemen inilah yang disebut 4P dalam marketing mix. Tiga elemen lain melengkapinya menjadi 7P.

Physical evidence

Physical evidence atau bukti fisik merepresentasikan elemen yang berwujud serta lingkungan tempat perusahaan menyampaikan jasa dan berinteraksi dengan konsumen. Lingkungan ini bisa berupa ruangan fisik beserta tampilan dan dekorasinya, bisa juga mengacu pada penampilan pegawai serta cara mereka berpakaian dan memberikan layanan. Penampilan fisik kerap mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk. Karena itulah banyak perusahaan jasa yang amat mementingkan penampilan tempat usaha dan pegawainya, misalnya dengan menerapkan kebijakan seragam tertentu yang sesuai dengan karakteristik perusahaan.

Person

Person atau kadang disebut personnel merujuk pada orang-orang atau pegawai perusahaan yang berinteraksi dengan konsumen, baik di level staf maupun manajer. Perusahaan harus memilih pegawai yang dapat menghadapi konsumen dengan baik. Cara pegawai berinteraksi dan berkomunikasi dengan konsumen mempengaruhi keberhasilan pemasaran, khususnya jasa.

Process

Proses adalah sistem, kebijakan, dan prosedur yang digunakan dalam pelayanan kepada konsumen. Penyediaan standar layanan yang konsisten bagi semua pelanggan penting demi terciptanya loyalitas dan kepercayaan kepada perusahaan. Setiap pegawai harus tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Hal ini perlu didukung sistem otomasi dan komputerisasi yang membuat pekerjaan bisa lebih efektif dan efisien sehingga menghemat waktu serta biaya.

marketing mix

Photo by: Nick Youngson

(Baca: 10 Software Marketing yang Penting untuk Perkembangan Bisnis)

Tujuan Marketing Mix

Marketing mix adalah faktor yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan untuk menjual produknya secara menguntungkan. Perusahaan mempertimbangkan konsep pemasaran ini agar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen di pasar yang ditargetkan. Bauran pemasaran antara lain membantu perusahaan untuk:

  • Memahami area mana yang harus difokuskan dalam upaya pemasaran
  • Menentukan produk apa yang dapat ditawarkan kepada konsumen serta berapa harganya, di mana, dan bagaimana menarik konsumen
  • Mengembangkan dan mengeksekusi strategi pemasaran yang efektif
  • Mengalokasikan sumber daya secara efisien dan efektif dengan menghindari biaya yang tak perlu
  • Meningkatkan kekuatan dan meminimalkan ancaman terhadap kelemahan internal
  • Mengembangkan merek

Berdasarkan sederet manfaat itu, bisa dikatakan muara alias tujuan marketing mix adalah memberikan keuntungan usaha lewat penerapan strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar. Selain itu, marketing mix bertujuan mempermudah analisis anggaran perusahaan, pengerahan sumber daya yang tepat, serta pencegahan risiko kerugian keuangan akibat strategi pemasaran yang tidak tepat.

(Baca: Marketing Collateral adalah: Arti, Fungsi dan Cara Mengelolanya)

Fungsi Marketing Mix

Produk berkualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan konsumen tidak cukup untuk membantu perusahaan mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Dalam hal ini, marketing mix berfungsi memberikan uluran tangan berupa strategi untuk menarik perhatian konsumen agar membeli produk tersebut.

Tim marketing akan menggunakan elemen-elemen bauran pemasaran dalam merancang strategi marketing yang efektif dan efisien. Dibarengi dengan eksekusi yang matang, strategi ini akan memberikan hasil berupa laba usaha. Eksekusi itu termasuk dengan memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia untuk mendorong efektivitas dan efisiensi strategi pemasaran.

Salah satu contohnya adalah penerapan manajemen pengeluaran yang tepat guna. Spenmo sebagai aplikasi manajemen pengeluaran, misalnya, memiliki layanan corporate card yang mempermudah pengeluaran untuk membayar segala biaya pemasaran, termasuk pemasaran digital. Fitur kartu korporat Spenmo yang tersedia dalam bentuk virtual dan fisik ini membuat alur pengeluaran lebih mudah terlacak, transparan, dan terkendali. Tim pemasaran pun dapat mengeksekusi strategi marketing mix dengan lebih fleksibel tapi tetap bertanggung jawab.

Dapatkan kartu karporat fisik dan virtual tak terbatas. Cari tahu.

Similar posts

Stay up to date with Spenmo

Sign up to get the latest news, updates, and special offers delivered directly to your mailbox